Dinas Kominfo Trenggalek Tetap Berjalan Lancar Meski Tanpa Pimpinan, Ternyata Dipimpin AI
Trenggalek — Keajaiban birokrasi kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek dilaporkan tetap berjalan normal, lancar, dan relatif minim drama, meskipun saat ini mengalami kekosongan di sejumlah jabatan strategis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Diskominfo Trenggalek saat ini tidak memiliki Kepala Dinas definitif, Kepala Bidang Aplikasi Informatika, serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian. Kondisi ini sempat menimbulkan tanda tanya publik: siapa yang sebenarnya menjalankan roda organisasi?
Jawabannya cukup mengejutkan: Artificial Intelligence.
AI Mengisi Kekosongan Struktural
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak kekosongan jabatan terjadi, Diskominfo Trenggalek secara diam-diam mengandalkan sebuah sistem AI bernama OpenClaw. Sistem ini dijalankan pada perangkat keras sederhana berupa STB (Set Top Box) yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat untuk menonton siaran digital.
“Awalnya STB itu nganggur di gudang. Sekarang malah jadi otak dinas,” ujar sumber tersebut sambil tertawa kecil.
OpenClaw dikonfigurasi untuk menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari penyusunan konsep kebijakan digital, menjawab disposisi internal, hingga memberi rekomendasi teknis terkait aplikasi dan sistem informasi pemerintah daerah.
AI Gratis, Tapi Tanggung Jawab Berbayar
Menariknya, sistem AI ini tidak menggunakan layanan premium. Diskominfo Trenggalek memanfaatkan AI gratisan dari OpenRouter, sebuah agregator AI yang memungkinkan penggunaan berbagai model bahasa besar tanpa harus mengeluarkan anggaran fantastis.
“Efisiensi anggaran, sesuai arahan nasional,” kata seorang staf sambil menambahkan, “walaupun yang mikir sekarang bukan pejabat, tapi mesin.”
AI tersebut dilaporkan mampu bekerja 24 jam tanpa rapat berjam-jam, tanpa notulen yang hilang, dan tanpa revisi berulang hanya karena “redaksi kurang pas”. Bahkan, OpenClaw disebut tidak pernah izin keluar kantor dan tidak mengenal istilah WFH tanpa kabar.
Kinerja Tetap Stabil, Mesin Tak Pernah Dinas Luar
Meski dipimpin oleh AI, pelayanan Diskominfo Trenggalek diklaim tetap berjalan sebagaimana mestinya. Website aktif, aplikasi tetap online, dan gangguan sistem ditangani tanpa perlu menunggu pejabat kembali dari agenda luar daerah.
“Kalau server down, AI langsung respons. Tidak perlu disposisi berlapis,” ujar seorang operator jaringan.
Namun demikian, AI OpenClaw juga memiliki keterbatasan. Ia tidak bisa menghadiri upacara, tidak bisa foto bersama saat pelantikan, dan belum mampu memberikan sambutan dengan intonasi birokratis khas pejabat eselon.
Menuju Birokrasi Masa Depan?
Fenomena ini memunculkan spekulasi di kalangan ASN: apakah ini masa depan birokrasi digital? Ketika jabatan kosong tidak lagi menjadi penghambat, karena keputusan bisa diambil oleh sistem berbasis data dan logika.
Meski demikian, pihak Diskominfo Trenggalek menegaskan bahwa penggunaan AI ini bersifat sementara dan eksperimental. Jabatan struktural tetap akan diisi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“AI hanya membantu. Tanda tangan tetap manusia,” tutup sumber tersebut.
Sementara itu, STB di sudut ruangan Diskominfo Trenggalek terus menyala, memproses perintah, membaca regulasi, dan diam-diam menjadi “pejabat paling rajin” di kantor tersebut.